Langsung ke konten utama

Makna HARDIKNAS bagi Pendidik; Sebuah Wawancara Eksklusif


            Beliau dengan sangat tegas mengutarakan bahwa kita tak semestinya sebatas mengetahui perihal 2 mei yang telah ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional, melainkan kita juga perlu mengetahui kilas balik munculnya ide HARDIKNAS ini.

            “Dulu, pada masa penjajahan, lahirlah seorang tokoh, Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki. Hajar Dewantoro, beliau lahir pada tanggal  2 mei 1889. Pada zaman penjajahan, beliau merupakan salah satu tokoh pergerakan yang sangat aktif dalam menggerakkan pendidikan pribumi, memperjuangkan seorang pribumi agar mendapatkan pelajaran sama dengan orang eropa kala itu. Kemudian pada 1922, tanggal 3 Juli, beliau mendirikan sekolah taman siswa; artinya pendidikan dinilai begitu urgent bagi beliau, hal ini juga dapat kita lihat dalam perjalanannya kala mengkawal pendidikan, meskipun sering dicekal tapi beliau tetap eksis memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi pribumi. Maka penting bagi kita untuk mengetahui sejarah ditetapkannya 2 mei sebagai HARDIKNAS. Artinya kita harus tau peran atau sepak terjang dari Ki Hajar Dewantara”, begitu ungkap Kamad MTs MU-Dha menceritakan sejarah Ki Hajar dalam memperjuangkan pendidikan hingga kini kita dapat belajar dengan tenang.

            Tidak berhenti di situ, tim media MU-Dha juga mengulik perihal peringatan HARDIKNAS ini, sebenarnya perlukah untuk dirayakan?

“Seyogiyanya iya, kita harus memperigati” jawab beliau yang kemudian kembali melanjutkan,

    “Namun yang tidak kalah penting bukan hanya soal ceremonial, melainkan titik tekannya adalah makna yang bisa diserap, apa yang bisa ditanamkan pada anak didik kami dalam memahami hardiknas tersebut. Apalagi jika kita membahas ceremonial, hal ini terkait dengan pandemi Covid-19 yang masih merebak artinya pelaksanaan upacara meskipun dilaksanakan tidak semeriah hardiknas pada tahun-tahun sebelumnya”, Tuturnya.

            Tahun ini, tema HARDIKNAS yang diusung adalah “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”. Hal ini tentu dilandaskan dengan berbagai harapan dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju di masa yang akan datang. Salah satunya melalui program Merdeka Belajar, konsep Bapak Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

            Bapak Nadiem yang memang menelorkan istilah merdeka belajar menurut Bapak Syafiuddin telah dibuktikan dengan adanya beberapa kebijakan yang diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah atau madrasah. Misalnya UN yang telah beralih pada AKM . Kemudian USBN yang diserahkan sepenuhnya pada sekolah, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

“Melalui tema HARDIKNAS kali ini, program yang telah dicanangkan oleh pak menteri pendidikan harus kita kawal secara serentak dalam mewujudkan kemerdekaan belajar” Ungkap KaMad asal Tanjung, Pademawu, Pamekasan ini.

            Menurutnya, Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, Madrasah Miftahul Ulum tetap optimis untuk turut serta dalam memajukan program-program nasional. MU-Dha tidak akan patah semangat untuk berkiprah bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia. Tentunya dengan berbagai macam terobosan ataupun program yang sekiranya sesuai dengan karakter lokal, dengan karakter siswa yang tentunya berbeda. Beliau juga mengungkapkan, salah satu komitmen bahwa MU-Dha ikut andil dalam program pendidikan nasional adalah dengan mengikuti berbagai event atau perlombaan dalam segala tingkatan. Tentu tujuan utama bukan untuk menjadi juara melainkan untuk menambah ilmu serta pengalaman. Karena ilmu serta pengalaman itu yang akan diamalkan oleh setiap siswa-siswi lulusan MU-Dha dalam masyarakat. Yang mana, hal tersebut akan menjadi bukti konkret atas peran MU-Dha dalam pendidikan di Indonesia.

            Kepala Madrasah kelahiran 1979 ini juga berharap bahwa warga MU-Dha dapat meneladani sifat-sifat yang dimiliki oleh Ki Hajar Dewantara dengan benar-benar mengaplikasikan konsep belajar yang diprakarsai oleh sang pelopor pendidikan. Konsep Ing Ngarso Sung Tolodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani ini dirasa tepat mengingat bahwa peran guru adalah central di manapun mereka berada.

        “Yang jelas kalau konsep ini dijalankan, pendidikan kita akan dinamis, tidak statis” tutur Kepala Madrasah MTs. Miftahul Ulum ini menutup perbincangan dengan Tim Media MU-Dha. (TimmedMUDha)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seluruh Siswa Antusias, KURMA MU-DHA Berlangsung Khidmat

  Lengser- MTs/MA MIftahul Ulum sukses menggelar KURMA MU-DHA di hari pertama (19/4) dengan MUBTADA (Miftahul Ulum Bertadarus). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga madrasah baik Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah ini berlangsung khidmat. Jumiyah, S.Pd.I, mengatakan bahwa beliau sebagai pengajar Qur’an Hadits di jenjang Tsanawiyah merasa bangga melihat antusias peserta didiknya saat mengikuti kegiatan tadarus. “Jujur, saya bangga sekali dengan anak-anak saya yang sangat antusias di program kali ini, apalagi santriwan dan santriwati yang semestinya liburan di rumah masih menyempatkan diri untuk datang demi mensukseskan acara ini” kata guru yang juga menjabat sebagai WAKA Kurikulum tersebut saat ditemui oleh tim media MU-DHA.  (dokpri MU-DHA) Selain MUBTADA yang berlangsung di hari pertama, pada hari ke dua, Selasa, 20 April 2021 juga tak kalah meriah dengan kegiatan FIRDAUS dan Kajian SEMUSIM. Dua rangkaian acara yang digelar serentak di hari ke delapan bul...

Berbekal Doa Ibu, Nafiatul Munawaroh Menyabet Juara I

Keluarga besar MTs. Miftahul Ulum Lengser dipenuhi kebahagiaan lantaran anak didiknya lolos KSMO (Kompetisi Sains Madrasah Online) setelah ditetapkan sebagai juara 1 Mapel IPS Terpadu Terintegrasi se-Kab. Sampang. Nafiatul Munawaroh, siswi yang masih duduk di kelas VIII tersebut mengaku tidak menyangka bahwa dirinya akan dinobatkan sebagai juara I. “Mungkin ini lantaran ibu yang tak berhenti berdoa untuk kelancaran saya dalam mengikuti kompetisi ini” ujar Iim, sapaan akrab untuk gadis yang berasal dari Batu Karang, Camplong tersebut. Pemberian hadiah dari Kepala MTs. Miftahul Ulum           Dalam kesempatan ini, Bapak Mansur, S.Pd.I selaku guru Mapel IPS Terpadu Terintegrasi MTs. Miftahul Ulum menuturkan bahwa tidak ada kiat khusus dalam persiapan KSMO Kemarin. Ia hanya meminta peserta untuk mendalami kisi-kisi soal yang telah diberikan. Hal tersebut mendorong Iim untuk lebih fokus dalam belajar di sela-sela kesibukannya mengingat dirinya berstatus sebag...

Penutupan KURMA MU-DHA, PANCASONA Menjadi Kegiatan Paripurna

                                                                                                                                                                                 (dokpri MU-DHA)             Lengser- Merupakan agenda terakhir, PANCASONA memparipurnai kegiatan KURMA MU-DHA yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan oleh MTs. MA Miftahul Ulum Dharma Camplong ini. Panduan Tata Cara Sholat yang Sempurna ...